Pages

 

Warna-Warna Digitalisasi

0 komentar

Warna-Warna Digitalisasi
Selain menguasai teori warna, ada baiknya seorang desainer menguasai juga karakteristik media, baik sebagai alat maupun sebagai output hasil produksinya kelak. Teori warna untuk dipoleskan langsung, seperti cat berbasis minyak maupun cat berbasis air akan sangat jauh beda karakteristik maupun perlakuannya dibandingkan dengan teori warna pada media digitalisasi. Tahukah Anda, bahwa komputer yang sedang Anda pakai sebetulnya hanya mempergunakan tiga warna yang diolahnya secara cerdas sehingga menghasilkan bias rona seperti yang terlihat sekarang.
Tiga warna di atas dikenali komputer dengan nama RGB, singkatan Red (merah), Green (hijau) dan Blue (biru). Lah, warna kuningnya mana? Bukankah dalam teori warna, kuning adalah salah satu warna primer yang tidak didapat dengan cara pencampuran pigmen warna yang lain? Kok yang ada hanya warna hijau,bukannya kuning? Padahal hijau merupakan warna ke dua (sekunder).

Untuk kasus yang satu ini, kita tidak lagi menelaah permasalahan warna semata, tapi kita juga harus mengkaji sumber warna yang dihasilkan. Bukankah warna  yang terbias pada layar monitor (komputer, televisi, dll) dihasilkan oleh pancaran sinar atau cahaya?  Mari kita lihat ilustrasi di bawah ini.
Dari gambaran di atas ternyata warna kuning didapat dengan berasimilasinya cahaya merah dengan cahaya hijau. Cahaya biru bertemu dengan cahaya merah menghasilkan magenta. Cahaya hijau dengan cahaya biru menghasilkan warna biru tua. Warna putih didapat dari pencampuran secara sempurna ketiga cahaya tersebut (RGB). Dalam berbagai kombinasi, warna-warna ini juga akan membuat warna yang lain. Warna-warna ini disebut juga warna ‘primer aditif’.

Masih ingat  Isaac Newton (1642 – 1727), ilmuwan Inggris yang sulit diajak bergaul karena hari-harinya dihabiskan untuk menemukan dalil dan percobaan? Penemuannya yang menakjubkan tentang sifat cahaya dan warna merupakan cikal bakal tabung-tabung monitor yang kita nikmati sekarang yang sudah ditaburi dengan aneka warna. Newton menemukan warna putih dari percampuran seluruh warna yang terdapat dalam spektrum warna (teori pembelahan cahaya). Namun pada perkembangan selanjutnya terjadi penyederhanaan, hanya dengan RGB saja sudah cukup untuk menampilkan warna putih. Dengan demikian, percaya atau tidak, kesan putih yang terdapat di layar monitor kita adalah percampuran seluruh kadar cahaya merah, hijau dan biru!
Bagaimana dengan printer? Printer adalah alat untuk mencetak worksheet yang digarap di komputer. Printer memiliki tinta (cair dan serbuk) yang tercampur secara cerdas (diprogram) menurut kadarnya. Dengan demikian medianya jelas jauh berbeda. Pada printer kita mengenal empat macam warna, yang biasa disebut CMYK singkatan cyanine, magenta, yellow dan black (huruf ‘k’ diambil karena ‘b’ dipergunakan untuk warna ‘blue’).
Bandingkan dengan hasil pembiasan warna cahaya monitor. Kuning, cyanine dan magenta pada tinta printer merupakan warna primer. Magenta dicampur kuning dengan kadar 100% : 100% menghasilkan red (merah). Warna biru didapat dari percampuran cyanine dan magenta 100% : 100%.Perlu diingat, komputer memiliki standardisasi warna dalam hal pemilahan mode RGB dan CMYK. Dengan nama warna yang sama, komputer menampilkan hasil warna berbeda.

0 komentar:

Poskan Komentar

comment donq..