Pages

 
Tampilkan postingan dengan label Warna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warna. Tampilkan semua postingan

Tint and Shade

0 komentar
1. Tint dan Shade
Bicara putih dan hitam, tanpa terasa kita memasuki pembahasan  ‘Tint dan Shade’. Tint adalah unsur putih yang dimasukkan ke dalam salah satu warna di antara gugus lingkaran warna. Semakin banyak unsur putih dimasukkan ke dalam warna yang lain, maka warna yang lain tersebut semakin pucat. Kesannya melembut, seperti merah akan terlihat pink, biru terkesan menjadi biru muda dan sebagainya. Jika direntang, maka pengaruh tint ini akan memunculkan warna analogus (masih ingat pengertian warna analogus?) sejuk. Sedangkan shade adalah warna yang telah dicampur hitam. Warna-warna shade terkesan memberat, kusam, jorok dan dekil. Namun jika ditempatkan dengan tepat, hasilnya akan terlihat lain.

2. Intensitas / Value
Tint dan shade memberikan value/intensitas yang dapat dimanfaatkan sebagai efek gelap terang pada sebuah benda. Dengan pemberian tingkatan value tertentu, maka dimensi benda dapat dimanipulasi sehingga terlihat benda tersebut seolah memiliki tonjolan (emboss) dan kedalaman (dimensi). Bagi desainer grafis multimedia, efek ini sering diterapkan pada bar, tombol (button), icon, atau untuk banner, dan sebagainya, sehingga terkesan realis. Efek tiga dimensi ini dapat dimunculkan dengan hanya mengolah warna karena sifat warna itu sendiri yang memiliki hue, value, dan chroma. Hue menunjukkan dimensi mendatar dalam rentangan warna, value menunjukkan nada/tone (berat dan ringan) warna, seperti halnya shade dan tint. Chroma (kroma) menunjukkan kemurnian dan tingkat kecemerlangan warna. Warna yang murni (tidak dicampur dengan warna lain) tampak cemerlang dan jernih, sedangkan bila tercampur terlihat kurang cemerlang, redup. Warna-warna cemerlang tampak mendekat, sedangkan warna-warna redup tampak statis atau cenderung menjauh. Maka kroma menunjukkan dimensi ke depan dan ke belakang.
Read more...

Warna-Warna Digitalisasi

0 komentar

Warna-Warna Digitalisasi
Selain menguasai teori warna, ada baiknya seorang desainer menguasai juga karakteristik media, baik sebagai alat maupun sebagai output hasil produksinya kelak. Teori warna untuk dipoleskan langsung, seperti cat berbasis minyak maupun cat berbasis air akan sangat jauh beda karakteristik maupun perlakuannya dibandingkan dengan teori warna pada media digitalisasi. Tahukah Anda, bahwa komputer yang sedang Anda pakai sebetulnya hanya mempergunakan tiga warna yang diolahnya secara cerdas sehingga menghasilkan bias rona seperti yang terlihat sekarang.
Tiga warna di atas dikenali komputer dengan nama RGB, singkatan Red (merah), Green (hijau) dan Blue (biru). Lah, warna kuningnya mana? Bukankah dalam teori warna, kuning adalah salah satu warna primer yang tidak didapat dengan cara pencampuran pigmen warna yang lain? Kok yang ada hanya warna hijau,bukannya kuning? Padahal hijau merupakan warna ke dua (sekunder).

Untuk kasus yang satu ini, kita tidak lagi menelaah permasalahan warna semata, tapi kita juga harus mengkaji sumber warna yang dihasilkan. Bukankah warna  yang terbias pada layar monitor (komputer, televisi, dll) dihasilkan oleh pancaran sinar atau cahaya?  Mari kita lihat ilustrasi di bawah ini.
Dari gambaran di atas ternyata warna kuning didapat dengan berasimilasinya cahaya merah dengan cahaya hijau. Cahaya biru bertemu dengan cahaya merah menghasilkan magenta. Cahaya hijau dengan cahaya biru menghasilkan warna biru tua. Warna putih didapat dari pencampuran secara sempurna ketiga cahaya tersebut (RGB). Dalam berbagai kombinasi, warna-warna ini juga akan membuat warna yang lain. Warna-warna ini disebut juga warna ‘primer aditif’.

Masih ingat  Isaac Newton (1642 – 1727), ilmuwan Inggris yang sulit diajak bergaul karena hari-harinya dihabiskan untuk menemukan dalil dan percobaan? Penemuannya yang menakjubkan tentang sifat cahaya dan warna merupakan cikal bakal tabung-tabung monitor yang kita nikmati sekarang yang sudah ditaburi dengan aneka warna. Newton menemukan warna putih dari percampuran seluruh warna yang terdapat dalam spektrum warna (teori pembelahan cahaya). Namun pada perkembangan selanjutnya terjadi penyederhanaan, hanya dengan RGB saja sudah cukup untuk menampilkan warna putih. Dengan demikian, percaya atau tidak, kesan putih yang terdapat di layar monitor kita adalah percampuran seluruh kadar cahaya merah, hijau dan biru!
Bagaimana dengan printer? Printer adalah alat untuk mencetak worksheet yang digarap di komputer. Printer memiliki tinta (cair dan serbuk) yang tercampur secara cerdas (diprogram) menurut kadarnya. Dengan demikian medianya jelas jauh berbeda. Pada printer kita mengenal empat macam warna, yang biasa disebut CMYK singkatan cyanine, magenta, yellow dan black (huruf ‘k’ diambil karena ‘b’ dipergunakan untuk warna ‘blue’).
Bandingkan dengan hasil pembiasan warna cahaya monitor. Kuning, cyanine dan magenta pada tinta printer merupakan warna primer. Magenta dicampur kuning dengan kadar 100% : 100% menghasilkan red (merah). Warna biru didapat dari percampuran cyanine dan magenta 100% : 100%.Perlu diingat, komputer memiliki standardisasi warna dalam hal pemilahan mode RGB dan CMYK. Dengan nama warna yang sama, komputer menampilkan hasil warna berbeda.
Read more...

Kombinasi Warna

0 komentar

Untuk menghasilkan suatu karya yang indah, warna-warna tersebut dapat dipadukan agar dihasilkan suatu kombinasi warna yang harmoni. Standar warna harmoni dapat menolong seseorang untuk mengkombinasikan warna agar berhasil dengan baik. Standar warna harmoni ini didasarkan pada : harmoni dari warna-warna yang bersesuaian dan harmoni dari warna-warna yang kontras.
Harmoni dari Warna-warna yang Bersesuaian
Ada dua macam warna harmoni yang bersesuaian  yaitu :harmoni satu warna dan harmoni analog.
1). Harmoni Satu Warna (Monokromatis)
Kombinasi ini menggunakan satu warna atau senada, dimulai dari      warna yang tua ke warna muda atau sebaliknya dari warna muda ke warna tua. Pada pakaian misalnya rok biru tua dikombinasikan dengan blus biru muda.
2). Harmoni Analog (Analogus)
Kombinasi analog adalah kombinasi warna yang   menggunakan    warna-warna yang letaknya berdekatan dengan lingkaran warna. Misalnya kuning, kuning- hijau,
dan hijau. Kombinasi analog ini sifatnya lebih tenang dan lebih variasi daripada kombinasi satu warna.
    1. Harmoni dari Warna-warna yang Kontras.
Kombinasi harmoni warna-warna kontras adalah kombinasi warna yang letaknya bertentangan pada lingkaran warna. Ada tiga macam harmoni dari warna-warna yang kontras yaitu kombinasi kontras dua warna, kombinasi warna segi tiga,dan kontras berpasangan.
1)      Kombinasi Warna Kontras Dua Warna.
Kombinasi kontras atau komplemen adalah kombinasi warna yang menggunakan warna-warna yang letaknya bertentangan dalam lingkaran warna.
2)      Kombinasi Warna Segi Tiga (Kontras Segi Tiga)
Kombinasi segi tiga adalah kombinasi warna yang menggunakan tiga warna yang sama jaraknya dalam lingkaran warna, sehingga apabila ketiga warna tersebut dihubungkan akan terbentuk segi tiga sama sisi.
3)      Kombinasi Berpasangan.
Kombinasi kontras berpasangan adalah kombinasi yang menggunakan dua pasang warna kontras yang letaknya berdekatan dalam lingkaran warna
Warna adalah salah satu elemen yang cukup penting dalam desain grafis. Dalam ilmu seni rupa, warna bisa mewakili emosi dari karya tersebut sehingga pesan dari karya tersebut bisa lebih mudah diterima oleh audience. Elemen warna dalam desain grafis juga memiliki fungsi tersebut. Contoh yang paling mudah adalah dengan menganalogikan warna terhadap hal-hal disekeliling kita. Misalnya; Awan=luas=biru muda, Matahari=cerah=kuning muda, Kayu=kuno, klasik=coklat, Api=menyala, semangat=merah.
Bagaimana sebuah warna mempunyai arti? Secara ilmiah pengertian warna merupakan gelombang elektromagnetik yang menuju ke mata kita dan kemudian diterjemahkan oleh otak sebagai warna.
Dengan kata lain arti warna adalah juga sesuatu yang berhubungan dengan emosi manusia. Dan dapat menimbulkan pengaruh psikologis. Ini sudah terbukti pada logo perusahaan-perusahaan sukses.
Berikut beberapa daftar arti dari warna secara umum yang bintang ketahui, semoga dapat membantumu dalam mencari inspirasi warna:
  1. Biru Sering diartikan sebagai sesuatu yang memiliki ketenangan dan kepercayaan.
  2. Merah Arti dari warna ini melambangkan sesuatu kekuatan, nafsu dan kemauan yang agresif.
  3. Kuning Melambangkan kegembiraan penuh harapan dan optimis. Mungkin sesuatu yang spontan
  4. Hijau Warna ini menunjukkan sesuatu yang alami dan serba sehat.
  5. Ungu, keangkuhan dan kemewahan adalah pegertian warna ini
  6. Hitam, Bintang rasa kamu setuju jika arti warna ini berarti misteri, kematian dan ketakuan.
  7. Putih, Banyak yang mengatakan warna ini adalah kesucian, tapi Bintang rasa ini, lebih tepat menunjukkan bersih, rapi dan tertata.
Read more...

Teori Warna

0 komentar

Warna terdiri dari tiga tingkatan atau kelompok warna, yaitu warna primer atau warna dasar, warna sekunder, dan warna tertier.
a)      Warna Primer
Warna primer atau yang disebut juga warna dasar terdiri dari warna merah  (M)  ,warna kuning (K) ,dan warna biru ( B) .
b)      Warna Sekunder
Warna sekunder adalah warna yang diperoleh dari percampuran dua warna primer. Percampuran warna kuning dengan biru menghasilkan warna hijau (H). Percampuran warna merah dan kuning menghasilkan warna jingga (J). Percampuran warna merah dengan biru menghasilkan warna ungu (U).
c)      Warna Tertier
Warna tertier adalah percampuran dua warna yaitu satu warna primer dengan satu warna sekunder. Warna –warna tersebut adalah kuning kehijauan (K-H), biru kehijauan (B-H), biru keunguan (B-U), merah keunguan (M-U), merah kejinggaan (M-J), dan kuning kejinggaan.(K-J)
Read more...

Pengertian Warna

0 komentar

Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer.
Panjang gelombang warna yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar antara 380-780 nanometer.
Dalam peralatan optis, warna bisa pula berarti interpretasi otak terhadap campuran tiga warna primer cahaya: merah, hijau, biru yang digabungkan dalam komposisi tertentu. Misalnya pencampuran 100% merah, 0% hijau, dan 100% biru akan menghasilkan interpretasi warna magenta.
Dalam seni rupa, warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda. Misalnya pencampuran pigmen magenta dan cyan dengan proporsi tepat dan disinari cahaya putih sempurna akan menghasilkan sensasi mirip warna merah.

Setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial pengamatnya. Misalnya warna putih akan memberi kesan suci dan dingin di daerah Barat karena berasosiasi dengan salju. Sementara di kebanyakan negara Timur warna putih memberi kesan kematian dan sangat
menakutkan karena berasosiasi dengan kain kafan (meskipun secara teoritis sebenarnya putih bukanlah warna).
Di dalam ilmu warna, hitam dianggap sebagai ketidakhadiran seluruh jenis gelombang warna. Sementara putih dianggap sebagai representasi kehadiran seluruh gelombang warna dengan proporsi seimbang. Secara ilmiah, keduanya bukanlah warna, meskipun bisa dihadirkan dalam bentuk pigmen.
Macam2 warna :
  1. Warna netral, adalah warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna atau dengan kata lain bukan merupakan warna primer maupun sekunder. Warna ini merupakan campuran ketiga komponen warna sekaligus, tetapi tidak dalam komposisi tepat sama.
  2. Warna kontras atau komplementer, adalah warna yang berkesan berlawanan satu dengan lainnya. Warna kontras bisa didapatkan dari warna yang berseberangan (memotong titik tengah segitiga) terdiri atas warna primer dan warna sekunder. Tetapi tidak menutup kemungkinan pula membentuk kontras warna dengan menolah nilai ataupun kemurnian warna. Contoh warna kontras adalah merah dengan hijau, kuning dengan ungu dan biru dengan jingga.
  3. Warna panas, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning. Warna ini menjadi simbol, riang, semangat, marah dsb. Warna panas mengesankan jarak yang dekat.
  4. Warna dingin, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu. Warna ini menjadi simbol kelembutan, sejuk, nyaman dsb. Warna dingin mengesankan jarak yang jauh.
Nilai warna, ditentukan oleh tingkat kecerahan maupun kesuraman warna. Nilai ini dipengaruhi oleh penambahan putih ataupun hitam. Di dalam sistem RGB, nilai ini ditentukan oleh penambahan komponen merah, biru, dan hijau dalam komposisi yang tepat sama walaupun tidak harus penuh seratus persen.

Masih ingatkah Anda saat masih sekolah di tingkat SD, yaitu pada pelajaran menggambar atau Seni Rupa, kita pernah belajar tentang dasar-dasar warna?
Saya sendiri walaupun tidak begitu bisa menggambar, tetapi saya sangat menyukai pada saat belajar tentang warna.
Artikel ini mereview tentang dasar warna, yang mungkin bagi sebagian orang sangat membosankan. Tetapi untuk bisa dan mahir menyerasikan warna pakaian, kita harus mempelajarinya.
Perhatikan gambar roda warna di atas.  Seperti yang kita ketahui, ada 3 warna dasar/primer, yaitu merah, kuning dan biru. Apabila ketiga warna ini di atur tingkat kegelapannya, maka akan di hasilkan warna-warna lain. Kita juga dapat melihat, bahwa warna hitam merupakan tingkat kegelapan yang maksimal dari warna apapun.
Apabila kita mencampurkan 2 warna primer, akan di hasilkan warna sekunder.
Contoh:
Merah + Kuning = Orange
Biru + Kuning = Hijau
Merah + Biru = Ungu
Kemudian, apabila ketiga warna sekunder ini kita atur tingkat kegelapannya, akan di hasilkan warna lainnya.
Ada lagi yang di sebut warna tersier, yaitu apabila warna sekunder di campur dengan satu warna primer di sebelahnya dari roda warna tersebut.
Contoh:
Hijau + Biru atau Kuning = Biru-Hijau atau Kuning-Hijau
Orange + Merah atau Kuning = Merah-Orang atau Kuning-Orange
Ungu + Merah atau Biru = Merah-Ungu atau Biru-Ungu
Dengan mencampurkan dan mengatur tingkat kegelapan, dari sinilah dihasilkan warna-warna yang ada di alam semesta.
Warna primer dan sekunder yang bersebelahan dalam roda warna adalah saling analog satu dengan yang lainnya.
Warna Analog dari Biru = Hijau dan Ungu
Warna Analog dari Orange = Merah dan Kuning
Dalam berpakaian, warna – warna yang saling analog dapat di kombinasikan asalkan tingkat kegelapannya sama. Jadi Anda dapat mengenakan kaos berwarna hijau dengan blazer atau jacket berwarna biru. Tetapi ingat, seperti pada artikel pemilihan warna pakaian, kita kaum pria jangan mengenakan celana berwarna cerah.
Kemudian adalagi yang di sebut warna komplimen/pelengkap, yaitu warna primer dengan warna sekunder yang saling berseberangan dalam roda warna di atas.
Biru komplimen terhadap orange.
Ungu komplimen terhadap kuning.
Merah terhadap hijau, dan seterusnya.
Mengenakan warna-warna yang saling komplimen dapat memberikan kesan bahwa Anda percaya diri dan berani. Tetapi hati-hati dalam memadu padankan warna ini, sebab ada warna tertentu yang terlihat tidak cocok untuk di kombinasikan.
Kita dapat mengenakan warna yang sama tetapi dengan tingkat kegelapan yang berbeda, misal kemeja berwarna merah hati dengan dasi berwarna merah terang. Mengkombinasikan warna ini dapat menghasilkan efek monokromatik.
Terakhir, tentu saja Anda dapat mengkombinasikan warna putih atau hitam dengan warna apapun.

Edited by : teknologiprinting.blogspot.com
Read more...